KOMUNITAS MARKETING PERBANKAN SYARIAH (KMPS) SELENGGARAKAN DISKUSI DILEMA EKONOMI DAN NYAWA MANUSIA (DILAN MILEA) UNTUK MAHASISWA UMUM DI INDONESIA

Print Friendly, PDF & Email

Diskusi luar biasa yang sangat berbeda dengan diskusi diskusi online yang lain telah diselenggarakan oleh Komunitas Marketing Perbankan Syariah (KMPS) Fakultas Ekonomi dan Bisinis Islam IAIN Purwokerto, bertepatan pada malam Nuzulul Qur’an malam 17 Ramadhan yaitu Sabtu 9 Mei 2020, tepatnya dilaksanakan malam hari pukul 20.00-23.00, yups betul sekali selama 3 jam guys, betul-betul diskusi yang luar biasa bukan? Dengan tema diskusi yang sangat kritis dan sangat menarik untuk dibahas yaitu “Dilema Ekonomi dan Nyawa Manusia” atau sahabat-sahabat KMPS menyingkat tema ini dengan “Dilan Milea”. Betul betul dilema yang sangat berat yang sedang semua negara alami. Kekritisan tema yang diambil pun benar-benar dengan pertimbangan dan pemikiran yang matang. Sebab kami KMPS ingin memberikan suguhan diskusi yang bernilai tinggi.

Hal yang amat membuat kami takjub ialah antusias dari peserta diskusi yang begitu menggebu dan tak sabar dengan pembahasan diskusi, terbukti dengan jumlah peserta yang bergabung dalam group whatsapp sangat penuh dengan kuota maksimal group yang menampung 257 peserta, bisa terlihat  ketika KMPS baru mempromosikan kegiatan diskusi dengan pamflet yang di pasang tiap tiap media sosial masing-masing anggota KMPS selama 4 jam, group sudah terisi penuh, sungguh luar biasa. Bahkan banyak sekali dari mereka yang belum bisa masuk group diskusi Dilan Milea ini, yang mengeluh karena tidak bisa bergabung bersama pada diskusi ini, kecewa pun harus mereka rasakan

Disamping hal-hal diatas yang telah disebutkan, pada diskusi Dilan Milea ini pun betul-betul mendatangkan pemateri yang sangat hebat dan berpengalaman, yaitu Bapak Dody Nur Andriyani, S. H., M. H. dosen yang kece dan kekinian ini yang sangat mumpuni dalam bidangnya. Tepat sekali, siapa yang tidak kenal beliau, dosen Fakultas Syariah IAIN Purwokerto ini merupakan lulusan S2 Universitas Jendral Soedirman jurusan Hukum Tata Negara Tahun 2008-2010. Di lain sisi, beliau pun memiliki segudang prestasi mulai dari kepenulisan, organisasi yang digeluti pun berbagai profesi yang tidak bisa dianggap remeh, semua beliau sudah jalankan selama ini. Hal inilah yang membuat beliau begitu lihai dan menguasai materi diskusi pada tema “Dilema Ekonomi dan Nyawa Manusia”.

Dengan curiculum vitae sebagai berikut:

Kita masuk dalam diskusi Dilan Milea kali ini, yang mana sebelum pukul 8 malam diskusi dimulai, group diskusi pun sudah mulai diramaikan oleh ketua KMPS yaitu Triyani, dalam sesi pra diskusi ini peserta pun mulai melakukan absen dari asal daerah dan universitas mereka. Sungguh luar biasa, ternyata peserta group diskusi yang dilaksanakan KMPS FEBI IAIN Purwokerto ini menampung banyak sekali mahasiswa universitas lain, seperti ada beberapa mahasiswa dari PKN STAN, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, UNISBANK, Unsoed, UMP dan juga ada dari UNU Purwokerto. Tak lupa beberapa orang penting dalam IAIN pun turut bergabung dalam diskusi Dilan Milea, seperti Demisioner Presma IAIN Purwokerto Ifan Muarif, Presma IAIN Purwokerto Shaufy Fernanda pun Gubernur FEBI ketua Dema FEBI Rifqi Soni beserta jajarannya.  Meskipun diskusi ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi namun siapa mengira dengan tema ini semua bisa bergabung dan berdiskusi bukan hanya mahasiswa ekonomi saja.

Jalannya diskusi yang dimulai pukul 8 malam ini tidak lepas dari moderator diskusi yang super keren dalam memandu diskusi dari awal hingga akhir, yaitu Hani Esa Yanti yang merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam IAIN Purwokerto, yang kebetulan ia adalah wakil ketua komunitas penyelenggara diskusi ini KMPS. Saat diskusi berjalanpun lontaran-lontaran lelucon dari moderator dan pemateri begitu mampu menghidupkan dan mencairkan suasana diskusi Dilan Milea, maka dari itu semua peserta dalam group sangat antusias dan tidak bosan dalam mengikuti diskusi.

Penyampaian materi diskusi yang dikemas pemateri dengan begitu cantik membuat peserta diskusi tak bisa berkutik berpindah whatsapp, benar benar menyungguhkan materi yang sangat hangat untuk dibahas. Awal penyampaiannya Pak Dody menyajikan materi dengan media power point, yang terdiri dari 12 slide itu memberikan penjelasan menganai konstitusi yang memiliki beberapa sub tema antara lain mengenai hak asasi paling asasi, penegasan hak hidup, geo stranas global, yang mana pada geo stranas global ini menyatakan bahwa “ Jikapun kemudian sektor ekonomi dan investasi dipertahankan, apakah pasca Covid-19, ekonomi global sudah membaik dan sembuh? Kira-kira adakah negara, pasca Covid-19, yang akan langsung menanamkan investasi global, sedangkan internal ekonomi masing-masing negara sedang kolaps dan ambruk gara gara Covid-19?. Berbeda pada konteks tersebut, pemateri pun memberikan beberapa contoh kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 yang tertuang dalam Undang-Undang, sub bab lain yang disampaikan pemateri ialah berupa ketahanan negara terhadap bencana serta perihal strategi pemulihan pasca Covid-19. Sungguh pembahasan yang begitu berbobot pada penyampaian materi term pertama.

3 pertanyaan telah dilayangkan oleh para peserta diskusi pada sesi tanya jawab diskusi, ketiga pertanyaan tersebut pun dilahap tuntas dengan jawaban jawaban yang begitu memuaskan oleh pemateri. Salah satu pertanyaan yang menarik datang dari Muchlis Fathulloh dari fakultas Syariah yang menanyakan tentang kontruksi HAM dalam kondisi  ekonomi yang kian terpuruk, apakah non derogable right boleh dikesampingkan jika melihat suatu kaidah Salus populi suprema lex esto? Begitu katanya, tanpa membuang waktu lama Pak Dody pun memberikan jawabannya dengan anggapan Prof. Jimly Asshiddidie yang tertuang dalam dalam bukunya Hukum Tata Negara Darurat, penjelasan yang begitu lengkap beliau utarakan dalam diskusi Dilan Milea ini. Diakhir sesi tanya jawab pada term pertama ini, Pak Dody sempat bergurau dengan moderator, beliau memberikan pertanyaan menggelitik untuk moderator, “ Kopi rasa apa yang paling enak? Begitu tanyanya. Dengan cepat direspon oleh Hani selaku meoderator “ Rasa apa tu pak kalo boleh tau” begitu celetuknya, Pak Dody pun menjawab dengan gurauannya “ Rasa yang dulu pernah ada? hal-hal sepereti ini yang membuat diskusi menjadi makin asik walau hari menunjukan makin malam.

Kita lanjut pada term kedua, Pak Dody melanjutkan pemaparan materinya. Ada hal kritis yang beliau sampaikan “Makanya inilah pertanyaan mendasar, kenapa kok pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Karya tetap dilakukan oleh DPR dimasa pandemi Global Covid 19? mau mengejar apa? investasi dan ekonomi? itu pertanyaan yang mendasar yg harus dijawab. Adakah negara, pasca Covid 19, yang akan langsung menanamkan investasi global, sedangkan internal ekonomi masing2 negara sedang kolaps dan ambruk gara2 Covid 19? masing2 negara sdg merecovery diri sendiri untuk bisa bangkit kembali”. Materi demi materi  pada term kedua ini pun dijelaskan dengan begitu epicnya oleh Bapak Dody, yang akhirnya sampai pada sesi diskusi terbuka, yang diatur oleh moderator, dimana kurang lebih menggunakan 1 jam untuk diskusi terbuka ini.

Beberapa sanggahan dan pertanyaan kembali dikeluarkan para peserta dalam diskusi terbuka kali ini. Dalam diskusi terbuka Dilan Milea ini, semua peserta diperbolehkan untuk menanggapi, begitupun pada pemateri yang selalu mengarahkan diskusi terbuka ini dengan pengetahuan yang tepat.

Tak luput dari keaktifan ketua KMPS, Triyani pun memberikan tanggapannya terhadap salah satu pertanyaan dari peserta, terkait penanganan Covid-19 apakah lajunya lambat. Waktu demi waktu menunjukan makin malam, tetapi diskusi kian memanas dengan beberapa pertanyaan-pertanyaan yang terjawab lantang oleh Bapak Dody.

Jarum jam menunjukan pukul 22.50, tanpa basa basi pemateri memberikan closing statement pada diskusi kali ini, pun dengan Hani sebagai moderator memberikan closing statement serta memberikan sedikit kesimpulan diskusi. Dan yang menjadi penutup diskusi Dilan Milea ini ditandai dengan pemberian sertifikat kepada pemateri, moderator, MC, bahkan peserta pun mendapatkan sertifikat sebagai penghargaan atas partisipasi semua. Tepat pukul 23.00 berakhirlah diskusi Dilan Milea dengan penuh pujian dan kebanggan dari para peserta diskusi. Ada pun hal menarik lainnya yang mana dari awal diskusi hingga berakhir ternyata yang senantiasa menyimak grup stabil 200 lebih peserta selalu membaca. Sungguh diskusi yang sangat luar biasa, yang berbeda dengan diskusi lain. Ini merupakan sebuah keberhasilan KMPS dalam menyelenggarakan diskusi Dilan Milea ini. Presiden KMPS Triyani mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada KSEI yang telah menjadi partner untuk kesuksesan acara ini.

Leave a Reply